Selamat Datang Di Kelompok Kerja Guru Gugus IV Kec. Gunung Jati Kab. Cirebon

Jumat, 06 Mei 2016

NAPAK TILAS KERAJAAN SINGAPURA CIREBON MOMEN HARDIKNAS

Andai kita berhati jernih dibalik kata bijak “ Bangsa yang  besar , bangsa yang rakyatnya menghargai para pendahulunya “, Tanpa membalikan realita yang ada . Kearifan lokal sangat penting sebagai panduan semangat pada generasi berikutnya , bahwa budaya kita sebagai tolak ukur dalam membangun bangsanya. UPT Pendidikan Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon bersama komponen masyarakat Kecamatan Gunung Jati menyatu untuk bekal siswa dalam acara Napat Tilas Kerajaan Singapura , Ungkap H. Tory Andy Rasidy, M.Msi selaku kepala UPT Pendidikan Kecamatan Gunung Jati disetujui juga oleh Camat Udin Kaenudin, M Msi. Dengan Aripin , S.Pd. selaku Ketua PGRI Kecamatan Gunung Jati.Singapura merupakan sebuah pemerintah bawahan Galuh yang sejajar dengan Cirebon Girang, Keraton Singapura terletak 4 kilometer sebelah utara Giri Amparan  Jati ( makam Sunan Gunung Jati sekarang ) yang luasnya secara pasti tidak jelas, akan tetapi indikasi-indikasi  batas-batasnya adalah “
Sebelah utara berbatasan denganSurantaka
Sebelah Barat berbatasan dengan Keraton Japura
Sebelah Selatan berbatasan dengan Keraton carbon Girang dan
Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Jawa teluk Cirebon.
Ratu ( raja ) yang dikenal antara lain Surawijaya Sakti dan yang terakhir Ki  Ghedeng Tapa atau Ki Jumajang Jati.
Pada tahun 1415 masehi pada masa pemenrintahan
Ki Gedheng Tapa di buat menara laut di atas Gunung Amparan Jati didirikan Mercusuar ( Menara Api ) oleh Panglima Cina yaitu Wai Ping dan Laksamana Te No ( Cheng Ho ) dengan disertai Ma Huan dan Feh Tsin sebagai tonggak awal masa gemilangnya Pelabuhan Muara Jati, karena sejak saat itu Pelabuhan Muara Jati banyak disinggahi kapal-kapal dari mancanegara.

Singapura adalah keraton yang cukup tua, karena sebelum Jaya Dewata menjadi Raja Pajajaran di negeri tersebut . Pernah ada sayembara untuk mencari jodoh Putri Subang Larang atau Subang Kerancang yang akhirnya dimengkan oleh Jaya Dewata. Jadi Singapura telah berdiri sebelu Jaya Dewata menjadi Raja Pajajaran pada tahun 1482 Masehi.Pernikahan Raden Permana Rasa ( Prabu Siliwangi ) dengan Nyi Mas Ratu Subang Larang ( Nyi Mas Ratu Larang Tapa ) pada tahun 1422 Masehi.Raden Peanah Rasa ( Prabu Siliwangi ) kemudian dilantik sebagai Maha Raja Pakuan Pajajaran pada tahun 1482 Masehidengan gelar Sang Prabu Dewata Wisesa  keratonnya disebut Sang Bima. Nama resmi Keraton Pakuan Pajajaran Sri Bima Punta Nayarana Madura Suradipati ( Atja: 1963,7 3 ).
Setelah Ki Gedheng Sindang Kasih meninggal, Ki Gedhe Tapa menggantikannya sebagai Juru Labuhan dengan gelar Ki Gedheng Jumajan Jati  yang berkuasaa di Wilayah Pesisir Cirebon pada waktu itu Ki Gedheng Tapa putra Ki Gedheng Kasmaya yang berkuasa diCirebon Girang yang ibukotanya Wana Giri 9 Wanasaba Sekarang ).
Dari Pernikahan Prabu Siliwangi dengan Nyai Mas Ratu Subang Larang di Negeri Singapura pada Tahun 1422 masehi dikaruniai 3 putra yaitu :
1.    raden Walang Sungsang lahir tahun 1423 Masehi.
2.    Nyi as Ratu Rara Santang lahir pada tahun 1426 Masehi.
3.    Raja Sengara ( Kiang Santang ) lahir pada tahun 1428 Masehi.
Pada tahun 1441 Masehi Nyi Mas Ratu Subang Larang meninggal Raden Walang Sungsang keuar dari Keraton Pajajaran tahun 1442 Masehi Mencari Ilmu berguru agama Islam masuk Rimba Parahiyangan Berkala.Di Pondok Ki Gedheng Danuwarsi, yang mempunyai seorang Putri cantik Nyi Indang Geuis kemudian dinikahkan oleh Ki Gedheng Danuarsi.
Kemudian walang Sungsang  dan istrinya Nyi Indang Geulis beserta Nyai Lara Santang tiba dibukit Amparan Jati, mereka berguru Agama Islam pada Syekh Nurul Jati yang berasal dari Makkah.
Setelah dianggap sudah cukup selama 3 tahun berguru pada Syekh Nurul Jati kemudian dianjurkan mendirikan Padukuhan di Kebon Pesisir Lemah Wungkuk pada saat Tegal Alang-alang  dan diberi nama oleh gurunya Ki Samdullah kemudian membangun mendirikan Tajug ( di Kangraksan )  dan membuat Gubug ( Witana ).
Selanjutnya oleh gurunya Syekh Nurul Jati, Pangeran Walangsungsang  ( Ki Samadullah / Ki Cakrabumi ) dan adiknya berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Di Mekkah keduanya tinggal di pondok Syekh Bayanullah saudara Syekh Nurul Jati.
Tidak lama kemudian Nyai Lara Santang menikah dengan Maulana Sultan Mahmud disebut juga Syarief Abdullah Putra Ali Nurullah Alim keturunan warga Hasyim, setelah menikah Nyai Lara Santang mendapat gelar Nyai Mas Ratu Syarifah Muda’im dan Pangeran Walang Sungsang bergelar Haji Abdullah Iman.
Dari Pernikahan antara Maulana Sultan Mahmud atau Syarief Abdullah dikaruniai 2 putra yaitu :
1.    Syekh Syarief Hidayatullah lahir pada tahun 1448 Masehi.
2.    Syekh Syarief Nurullah pada tahun 1450 Masehi.
Setelah mertuanya meninggal yaitu Ki Gedeng Alang-alang ( Ki Kuwu Cirebon I ) kemudian Haji Abdullah Iman menggantikannya sebagai Kuwu Caruban II ia bergelar Pangeran Cakrabuana. Sedang beberapa lamanya Ki Gedeng Jamajang jati ( Ki Gedeng Tapa ) meninggal sebagai Kakenya beliau tidak mau menjadi Raja Singapura melainkan hanya mewarisi kekayaannya belaka. Harta warisan itu digunakannya untuk mendirikan Keraton Pakungwati dan membentuk angkatan bersenjata.
Atas restu Prabu Siliwangi sebagai ayahnya maka dianugrahkan da dan pengukuhan sebagai Penguasa dengan gelar Penobatan Sri Mangana dengan upacara Tanda Kaprabon. Kemudian Sri Mangana  Ki Samadullah / Haji Abdullah Iman  Pangerang Walangsungsang merintis pembangunan kota yang sekarang berkembang menjadi Cirebon pada tahun 1445 Masehi.
Syarief Hidayatullah tidak berniat menjadi raja , kedudukannya diserahkan kepada adiknya Syarief Nurullah Syarief Hidayatullah berangkat ke Pulau Jawa dan tiba di Caruban pada Tahun 1470 Masehi Berkat bantuan Rama uwanya Haji Abdullah Iman ia membuka Pondok Pesantren di Gunung Sembung mengggantikan Syekh Nurul Jati yang telah wafat tahun 1479 Masehi. Para wali sembilan menyambut baik dan dnobatkan bergelar Susuhunan Jati/ Sinuhun Caruban/ Cerbon, beliau wafat pada usia 120 tahun pada tahun 1568 Masehi dan dikebumikan di Gunung Sembung Amaparan Jati sampai sekarang.

script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.3.2/jquery.min.js' type='text/javascript'/>