SELAMAT DATANG DI KOMUNITAS PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KECAMATAN GUNUNG JATI KABUPATEN CIREBON

BULAN BAHASA SEBAGAI RANGKAIAN MEMPERINGATI LAHIRNYA “SUMPAH PEMUDA” KE-84 BERTEMA “BINCANG KEPENULISAN CENTURA 2012” DI CIREBON

Anak-anak sekolah setingkat SD/MI sewilayah Cirebon termasuk dari SD Negeri 2 Mertasinga Kec. Gunung Jati Kab. Cirebon berkumpul dengan ceria turut berpartisipasi Workshop Bulan Bahasa dengan Pembimbing Pak Bastoni, S.Pd. dan Bu Ika Fatikhah S.Pd. Tepatnya Minggu, tanggal 28 Oktober 2012 bertempat di Gedung Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah III Jawa Barat di Jalan Siliwangi no. 14 Cirebon, mulai pukul 10.00 s.d. 15.00 wib. sebagai rangkaian memperingati hari lahirnya “Sumpah Pemuda” ke-84 untuk menggali, mengembangkan, dan menyalurkan minat dan bakat cerita, menulis, dan diskusi online (Cendol) anak-anak Cirebon (Centura/Cendol Pantura) bersama penulis cerita terkenal nasional ananda Muthia Fadhila Khairunnisa. Kegiatan tersebut diselenggarakan demi menggelorakan dan mensukseskan “Gerakan Nusantara Menulis” (GNM) di Cirebon. Agar anak-anak sewilayah Cirebon mampu membagikan karya untuk dunia.

Menurut Bastoni,S.Pd  pemerhati Bahasa sekaligus praktisi Pendidikan di Wilayah Cirebon. Bahasa Indonesia sekarang sudah mengalami berbagai perubahan, terutama pada generasi muda yang muncul penggunaan baru di luar dari kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Bahasa-bahasa yang digunakan generasi muda atau sering disebut bahasa "gaul" tersebut terus berkembang, misalnya pencampuran bahasa asing, pemenggalan huruf dan sebagainya, yang lebih dipilih untuk percakapan sehari-hari.
Menurut Bastoni,S.Pd, bahasa sebagai sarana komunikasi masyarakat yang menyepakatinya tidak ubahnya semacam organisme yang bisa hidup, tumbuh, dewasa, dan juga mencapai kematian.
Hal itulah yang menyebabkan banyak bahasa yang sudah lenyap di dunia ini, tambah Bastoni,S.Pd. Padahal, bahasa dan sastra mampu menyatukan perbedaan.
Bastoni,S.Pd menambahkan, bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam membentuk kerukunan hidup. Bangsa yang hidup rukun tidak hanya merupakan bangsa yang mampu memperlihatkan jati diri dan kepribadian yang kuat, tetapi juga bangsa yang penuh tanggung jawab, jujur berdisiplin, berkualitas, dan berkompetensi tinggi.
Melalui kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 di wilayah Cirebon, kesempatan ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia dalam rangka mempererat kerukunan hidup kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Bulan Bahasa dan Sastra 2012 dilaksanakan selama satu bulan sepanjang Oktober dengan tema “BINCANG KEPENULISAN CENTURA 2012”.

1 comment:

Anonymous said...

Salam apresiasi atas partisipasinya dalam rangka Bulan Bahasa sebagai tindak lanjut memperingati "Sumpah Pemuda " ke-84. Mau siapa lagi yang peduli terhadap Bahasa Indonesia kalau bukan kita sebagai warga negara yang baik. Semoga Bahasa Indonesia ke depan tetap eksistensi dan mampu mengikuti perkembangan era globalisasi!